by

Bulog Jamin Harga Beras Stabil Pada Ramadhan dan Lebaran Tahun Ini

Untuk Menjaga Harga Beras Menjelang Lebaran, Bulog menyiapkan stok beras 2.034.965 ton. Jumlah ini merupakan akumulasi saham dari 26 divisi regional dengan data per 29 April 2019. Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Imam Subowo mengatakan produksi beras ini diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan selama lebaran nanti.

Harga Beras di Jamin Stabil

Menurut data Bulog, pada bulan lebaran nanti diprediksi terdapat kenaikan permintaan beras sebanyak 3-20 persen. Namun, data Bulog memperkirakan harga beras terjaga di angka Rp11.500 per kg pada Mei-Juni mendatang. Diperkirakan bahwa harga harga beras di bulan April akan terus turun hingga Juni. Dari Rp11.591 per kg di April menjadi Rp11.377 per kg di Mei dan Rp11.301 per kg di bulan Juni. “Perkembangan harga beras trennya kelihatan posisi kita di angka Rp11.500 per kg. Stok kami di atas 2 juta dan tesebar di seluruh Indonesia, ” ucap Imam dalam konferensi pers di Gudang Bulog Divre Cirebon, Jawa Barat pada Jumat (3/5/2019). Ia memastikan dari stok beras yang dimiliki Bulog ini akan segera digelontorkan ke pasar bila ada tanda-tanda kenaikan harga. Hal itu akan dilakukan melalui keberadaan stok beras yang dimiliki ke-26 divre di seluruh Indonesia. Ia mengatakan, dalam rangka melakukan stabilisasi nanti stok beras ini dapat sewaktu-waktu digelontorkan. Menurutnya Bulog tak harus menunggu kenaikan yang signifikan tetapi dapat langsung menjalankan perannya menjaga pasokan pasar. “Kalau ada gejala naik akan kami gelontorkan cadangan beras kita,” ucap Imam. “Beras akan kami tetap jual. Kami gak nunggu beras harus naik dulu. Pasar harus kita isi,” tambah Imam. Lebih lanjut, Imam mengatakan saat ini Bulog juga tengah melakukan penyerapan hingga 1,4 juta ton beras dari petani. Jumlah itu merupakan akumulasi dari rata-rata penyerapan 15 ribu ton per hari.

Perum Bulog menjamin bahwa stok beras nasional sebelum Ramadan 2019 akan cukup stabil.Hal tersebut diungkapkan Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar dalam rapat koordinasi terbatas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Jumat (3/5/2019).

Bachtiar menjelaskan bahwa stok beras yang dimiliki sebelum Ramadhan relatif stabil pada 2,05 juta ton.

”Beras 2,05 juta ton itu sisa stok pengadaan dalam negeri tahun lalu, pengadaan tahun ini, dan juga beras dari luar negeri,” kata Bachtiar.

Stok beras itu juga diprediksi bertambah, karena bakal terjadi panen di wilayah Jata Timur, Jawa Barat, hingga Sulawesi pada bulan Mei.

Dengan tambahan musim panen tersebut, Bulog optimistis terjadi pertambahan jumlah produksi beras mencapai 10 ribu ton per hari.

Bachtiar menambahkan, Bulog lebih banyak membeli gabah dari petani ketimbang beras. Sebab, gabah lebih mudah diolah saat dibutuhkan untuk digiling langsung.

“Sekarang Bulog banyak membeli gabah ketimbang beras, terutama untuk segi keamanan.Kalau gabah, risiko turun mutunya sedikit. Jadi, lebih baik kami menyimpan gabah daripada beras.”

Bulog Sub Divre XII Madura, Jawa Timur, menjamin harga beras di wilayah Pamekasan akan tetap stabil hingga pasca lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah.

Itu mengacu kepada ketersediaan beras yang cukup di beberapa gudang Bulog yang ada di Madura.

“Untuk harga beras tetap stabil, tidak akan mengalami kenaikan yang cukup tinggi karena penyediaan beras masih tinggi,” Wakil Kepala Bulog Sub Divre XII Madura, Rahmatullah, kepada FaktualNews.co, Rabu (15/05/2019).

Dikatakan Rahmatullah, dari dua jenis beras yang ada. Yakni beras medium dan peremium dipastikan harganya tidak akan mengalami kenaikan. Berdasarkan pantauan dibeberapa pasar di kabupaten Pamekasan, beras medium 8.500 perkilogram, sedangkan untuk remium Rp 10.000 perkilogram dengan ecara tertinggi 12.800 perkilogram.

Sejauh ini, harga beras di Madura, masih terpantau normal, belum ada kenaikan meski telah memasuki bulan Ramadhan. Sejumlah pedagang beras di pasar Kolpajung Pamekasan mengaku, harga beras yang berlaku saat ini masih sama dengan harga pekan lalu.

“Sampelnya sementara masih di pasar kolpajung. Untuk seluruh pasar di Pamekasan tidak mengalami kenaikan, harga pasaran masih sama,” tandas Rahmatullah saat melakukan sidak di pasar tradisional Kolpajung kowel Pamekasan.

Lebih lanjut ia menambahkan, Jika harga beras melambung tinggi, terutama menjelang Idul Fitri nanti. Bulog akan terus melakukan operasi pasar bersama dinas terkait di lingkungan Pemkab Pamekasan, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Kantor Ketahanan Pangan (KKP).

“Untuk menstabilkan harga, Kami akan pantau terus harga beras di pasar. Hingga nanti akan tetap normal,” pungkas Rahmatullah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed