by

Harga Mobil Alphard Sekitar Rp 961,35 juta Namun Sangat Laris..! Mengapa??

Harga Mobil – Meningkatnya perkembangan teknologi dan tingginya kebutuhan masyarakat akan kendaraan bermotor, khususnya mobil, membuat para produsen mobil kini berlomba-lomba memberikan penawaran keunggulan dengan memiliki berbagai kecanggihan pada masing-masing produk mereka. Sebagai konsumen, tentu tak jarang Anda dibingungkan untuk memilih mobil jenis dan merek seperti apa yang pastinya sesuai dengan kebutuhan dan budget yang anda miliki.

Seperti kita ketahui, tak sedikit orang yang mengganti mobilnya hanya karena bosan semata. Alasan semacam ini tentu kurang tepat dari segi finansial, apalagi jika mobil lama masih mampu mengakomodasi kebutuhan si pemilik mobil. Salah satu alasan mengapa banyak konsumen menjadi “latah” untuk membeli mobil baru adalah kemudahan dalam memiliki mobil dengan cara kredit serta banyaknya pilihan model mobil terbaru dalam waktu relatif singkat.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Auto2000 terhadap konsumen Toyota, usia penggunaan mobil paling lama yaitu 2 tahun 2 bulan. Setelah itu banyak orang yang mulai menjual mobil lama dan bergegas membeli mobil yang baru.

harga mobil alphard

Sejak masuk ke Indonesia, Toyota Alphard begitu populer di kalangan menengah atas. Bahkan ia disebut-sebut sebagai mobil wajib orang kaya. Padahal, saat itu unitnya masih disediakan oleh Importir Umum (IU). Baru di 2008, Toyota secara resmi memasarkannya di Tanah Air.

Berkat naungan APM, membuat populasinya semakin banyak. Dari tahun ke tahun jalanan kota besar makin dipenuhi mobil ini. Apalagi saat momen mudik seperti kemarin. Kami rasa Anda cukup sepakat unitnya terlihat banyak sekali di jalanan.

Ini sedikit membuktikan, Alphard masih menjadi MPV mewah favorit pilihan keluarga berduit. Setidaknya jika dibandingkan Nissan Elgrand, Volkswagen Caravelle atau sejenisnya. Untuk varian terendah, ia dibanderol mulai Rp 961,35 juta. Bukan uang sedikit. Nah, dengan harga segitu, apa saja yang didapat?

Uang sebanyak itu, Anda tukarkan dengan image orang kaya. Tak ada riset ilmiah memang. Namun kami rasa perlu diakui, siapapun yang pakai Alphard bakal menyandang predikat orang kaya. Dari mulai kalangan yang tak mengerti mobil, hingga yang paham sekalipun.

Kedua, image sang pembeli itu sendiri terhadap merek Toyota. Walaupun mewah, kami cukup yakin mereka tak khawatir mengenai layanan aftersalesnya. Begitupun harga spare part dan nilai jual kembali yang tak begitu merosot.

Berikutnya interior dan fiturlah yang jadi daya tarik utama. Bukan perangkat mengemudi atau hal teknis, melainkan alat-alat pemanja yang ada di belakang. Pengguna Alphard jarang kali berada di baris depan. Kebanyakan menikmati di baris kedua dan duduk di jok supernyaman.

Hampir seluruh kabin dilapisi kulit dan aksen panel kayu. Belum lagi adanya ambient light di langit-langit, plus pada foot step yang memberi animasi tulisan “Alphard”. Saat duduk di jok baris kedua, Anda cukup mengoperasikan segala sesuatunya dengan tombol elektrik. Dari mulai reclining, naik turun jok, serta jika menaikkan penyangga kaki. Namun untuk mengatur sliding dan “pelukan” headrest masih manual.

Selain itu fitur heated seat, cup holder di berbagai titik, kompartemen penyimpanan, heated seat dan gordin sudah menjadi standar. Dan yang menjadi khas, kaca belakangnya bisa diturunkan. Tak seperti VW Caravelle, bukaan kacanya sangat kecil.

Mengenai sistem entertainmentnya, juga sudah lengkap. Ada layar digital yang dapat memutar berbagai format lagu dan video. Hingga konektivitas dengan gawai. Adapun sistem wireless charging yang sudah memenuhi standardisasi Qi.

Selain baris kedua, baris terdepan dan paling belakang juga tak luput dari fitur mewah. Seperti pada jok pengemudi dan penumpang yang dilengkapi heated seat bahkan juga fitur pendingin. Jadi tak perlu khawatir kepanasan atau kedinginan saat berada di dalamnya. Singkat kata, format tujuh penumpang Alphard bisa mengakomodasi seluruh penumpang dengan baik. Berikut dimanjakan dengan sentuhan fitur mewah.

Alphard memiliki sedikit revisi di 2018. Tampangnya jauh lebih manis berkat desain baru. Grille kotaknya kini tak lagi berjarak dengan headlamp. Justru keduanya disatukan dengan tarikan garis kromium. Karena itu, lekukan bumper otomatis berubah. Makanya rumah foglamp juga ikut didesain ulang mengikuti pahatan otot pada bumpernya.

Berbeda lagi saat melihat dari samping. Garis bodi Alphard lama masih jelas terlihat tanpa ubahan. Satu-satunya yang terbaru, pelek palang 18 inci dengan kombinasi two-tone. Layaknya mobil masa kini, dari kejauhan peleknya terlihat seperti 5-spoke. Namun ada palang-palang lain yang terkamuflase karena warna gelap.

Beranjak ke belakang, Alphard teranyar juga dipermanis dengan model stoplamp baru. Perubahan dari sebelumnya memang tak begitu signifikan. Tapi garnish krom yang kini beririsan dengan mika lampu, membuatnya terlihat lebih minimalis. Sedangkan untuk pilihan warnanya, Alphard disediakan dengan kelir Black, Steel Blonde Metallic, Graphite Metallic dan White Pearl. Saran kami, ambillah warna Steel Blonde Metallic agar tak pasaran di jalan.

Urusan jantung pacu, MPV besar Toyota ini masih mengadopsi mesin yang sama dengan generasi terdahulu. Varian G dan X dibekali mesin berkode 2AR-FE DOHC Dual VVT-i. Artinya berkubikasi 2.429 cc empat silinder segaris dengan output 180 PS/6.000 rpm dan torsi 234 Nm/4.000 rpm. Penyaluran daya kedua tipe ini menggunakan transmisi CVT.

Sedangkan tipe Q yang tertinggi, berbekal mesin 2GR-FE, DOHC Chain Drive, Dual VVT-i. Konfigurasinya V6 dengan kubikasi yang cukup besar, 3.456 cc. Otomatis daya maksimum melonjak ke angka 275 PS/6.200 rpm dan 340 Nm/4.700 rpm. Jauh berbeda, transfer tenaga dilakukan oleh transmisi otomatis 8-speed dengan perpindahan secara sequential.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed